Latest Entries »

Mengendarai mobil bertransmisi¬† otomatis di jalanan ibukota¬† atau kota‚Äďkota besar yang tak¬† pernah lepas dari jalanan macet, memang lebih menjajikan kenyamanan ketimbang mobil bertransmisi manual.
Tapi di balik kenyamanan yang diperoleh, perangkat persneling matik membutuhkan  perawatan melebihi transmisi manual, terutama dalam urusan dengan gearbox.

Gearbox Matic

Berikut hal‚Äďhal yang harus anda ketahui :

Automatic Transmision Fluid :
Di dalam gearbox matik, ada fluida yang namanya Automatic Transmission Fluid (ATF), fungsinya tidak hanya melumasi.
Prinsip hidrolis dalam gearbox matik memerlukan mediator. Terutama untuk mengatur perpindahan gigi Dan merapatkan plat kopling. Jadi kalau viskositas kekentalannya turun, tekanan yang di hasilkan juga akan berkurang.

Proses Pembakaran :
Karena tidak ada proses pembakaran di transmisi matik, turunnya viskositas fluida di sebabkan kontaminasi akibat masa pakai. Ini tidak bisa di hindari, Karena setiap friksi yang terjadi di plat kompling, pasti menghasilkan muatan/grum pengkotaminasi.

Slip Kopling :
Gejala kerusakan transmisi matik bias di rasakan dari slip kopling. Indikasinya terjadi ketidakseimbangan  putaran mesin dengan laju mobil. Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil berjalan dengan laju yang tidak seimbang dengan deru suara mobil.

Perpindahan Gigi : Perpindahan gigi persneling  juga menyentak, tak halus seperti biasa. Ini bias di cek dengan memasukkan persneling dengan posisi D atau R, lalu rem di lepas. Daslam kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak patut di curigai ada maslah di transmisi matik.

Tips Tambahan :
- Jangan memasukkan tuas ke posisi P jika mobil belum benar ‚Äď benar berhenti.
- Jangan biarkan mobil terparkir dalam posisi D. Kadang ini di lakukan oleh pengemudi yang terbiasa dengan mobil manual. Kebiasaan seperti ini wajib di tinggalkan, kalau tidak ingin plat kopling anda cepat rusak. Cukup dengan memasukkan tuas ke posisi P, mobil terparkir dalam posisi aman.

Selamat berkendara dengan aman.
Advertisements

Ibu

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan.
Masihkah Kita menyakitinya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaki makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.
SADARILAH bahwa di dunia ini nggak ada 1 orangpun yang mau mati demi IBU, tetapi…..
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita….

SAYANGILAH anak-anak kalian, KASIHANILAH kelemahannya, TEPATILAH JANJI yang kalian berikan kepadanya, sebab mereka beranggapan bahwa rizki mereka ada ditangan kalia.

“Tatkala kalian memandang wajah anak-anakmu dan engkau merasa SENANG, maka engkau akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang membebaskan budak”

“Barang siapa MENCIUM anaknya, Allah SWT akan menulis satu kebaikan dalam buku catatan amalnya, dan barangsiapa tak menyayangi ia tak akan disayangi”

“Seringlah MENCIUM anak kalian, sebab dengan satu ciuman, kalian akan menaiki satu peringkat di surga, dikatakan bahwa orang yang tak pernah mencium anak-anaknya adalah penghuni neraka”

“Kasih sayang kepada anak merupakan kasih sayang kepada ayah dan ibu, dan Allah menganugerahkan rahmat-Nya kepada seorang hamba yang amat menyukai anak-anaknya”

Ketika Rasulullah SAW mendengar istri seorang sahabat melahirkan dan mendapati dalam kondisi cacat, Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya anakmu akan menjadi wewangian di surga”

Silahkan baca dan lihat… 5 Menit¬† ini dapat menyelamatkan nyawa dan menghindarkan air mata.
Anda  dapat menyelamatkan nyawa.

Stroke

STROKE: Ingat ketiga huruf pertama .. S.T.R ..

Seorang  rekan mengirimkan  kepada saya  email ini dan mendorong saya untuk sharing hal ini. Saya  setuju. Jika  setiap orang  dapat mengingat  yang sederhana seperti ini, maka  kita bisa  menyelamatkan orang lain.

MENGENALI STROKE:
Pada suatu pesta, seorang teman tiba-tiba tersandung dan jatuh. Ia meyakinkan setiap orang, bahwa  dia baik-baik saja dan tersandung batu saja  karena  sepatu yang baru. (padahal mereka telah menawarkan ambulans)
Mereka membersihkan tumpahan dan memberikan piring yang baru-sementara  ia  kelihatan agak  terkejut.

Ingrid (kita sebut saja) terus  bersenang-senang sepajang malam.

Beberapa waktu berselang, suami Ingrid  menelpon bahwa  isterinya dibawa ke rumah sakit (jam 6.00 pagi, Ingrid meninggal.)
Sebenarnya Ingrid  sedang menderita stroke selama pesta. Kalau saja diantara  mereka ada yang mengetahui bagaimana  mengenali stroke, kemungkinan Ingrid masih  bisa hidup sampai hari ini.

Beberapa orang seperti ini tidak meninggal, tetapi mereka berakhir dengan cacad, tidak berdaya. Hanya dibutuhkan beberapa menit untuk membaca ini.

MENGENALI STROKE:

Seorang Neurolog (Ahli syaraf) menyatakan bahwa  jika ia  bisa bertemu dengan seorang  penderita  stroke dalam 3 jam pertama serangan, maka keadaan bisa berubah  total sama sekali. Ia mengatakan yang penting adalah mengenali gejala, mendiagnosa, dan segera membawa pasien untuk pengobatan ahli dengan segera dan ini mendesak!!
Jangan lewat dari tiga jam karena kalau  tidak, akan cacad permanen.

MENGENALI STROKE

Ingat¬† ‘3’ langkah , STR . Baca dan pelajari!

Kadang-kadang gejala stroke sangat sukar untuk dikenali. Sayangnya, ketidaktahuan  membawa bencana.
Penderita stroke  dapat mengalami kerusakan otak yang berat jika  orang sekitar gagal untuk mengenali gejala-gejala stroke.
Sekarang para dokter menyatakan seorang terdekat dapat mengenali stroke dengan  menayakan tiga  pertanyaan sederhana:

S * Minta individu untuk tersenyum/Ask the individual to SMILE (TERSENYUM). Kalau pipi  pengot maka ada kelumpuhan saraf. Waspadalah !!

T * TALK (BICARA). Minta¬† orang tersebut untuk¬† TALK (BICARA ) KALIMAT SINGKAT (mis.: ‘It is sunny today, hari ini cerah, atau apa saja). Kalau omongannya pelo ini gejala stroke.

R * Minta dia untuk RAISE BOTH ARMS (MENGANGKAT KEDUA LENGAN) . Kalau  tidak bisa mengangkat artinya ada kelumpuhan  akibat stroke. Waspada dan jangan terlambat panggil ambulans.

Jika  terdapat salah satu dari gangguan untuk melakukan STR, segera panggil  ambulans dan ceritakan keadaan ini  kepada petugas.

NOTE : “Tanda” lain¬† dari stroke adalah
1. Minta¬† orang tersebut “menjulurkan” lidahnya.
2. Jika lidah “bengkok”, menyimpang kesatu arah ini juga merupakan tanda dari suatu¬† stroke.

Seorang spesialis  jantung menyatakan jika Anda dapat mengirimkan  email ini kepada paling  tidak 10 orang, maka paling tidak satu nyawa dapat diselamatkan dan mungkin itu nyawa Anda sendiri.

Semoga Bermanfaat.

Gue masih binggung aja, kenapa ya seorang Publik Figur masih aja punya pikiran yang pendek.

gak ada gitu pikiran, “kalo video ini bocor, gimana ?” akhirnya bocor juga kan. jangan salah lho, orang indonesia kalo soal begian paling jago. Orang kita kan paling seneng kalo ada Publik Figur yang neko-neko, langsung di uber sampe ke ujung monas juga masih aja di buru.

Lagian ya, tujuannya apa ya mem-videokan perbuatan yang seharusanya itu merupakan Privasi, gak peduli sudah atau belumnya resmi hubungan mereka *kita masih menganut ada timur* mungkin beda kalo mereka yang 100% menganut ada barat.

Omungkin maksudnya mem-videokan hubungannya itu buat di liat2 lagi gitu ? atau jangan2 memang untuk tujuan komersil ? well that’s another case, i will buy it ūüôā

video yang gw liat itu (A-LM dan A-CT) untuk yang A-CT, sepertinya belom lama dan CT mungkin sudah berkeluarga dan sudah punya anak *that was great, hahaha* kok bisa ya. kl yang A-LM itu sepertinya sudah lama *si A rambutnya masih katro, hihi*

berarti si A itu bener-bener pria idaman banget ya, gimana gak ? dengan mudahnya semua wanita yang di tidurinya dengan gampang dia bikin videonya.

well.. sudahlah, mereka punya kehidupan sendiri, jadi gak usah ikut-ikutan gila lah.

Anyway :  si A itu sebenernya Vokalis apa juru kamera ya ????

Ada yang aneh

Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina.

Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan
rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah
pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah
tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang
tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk
di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto,
gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.

Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang.
Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim
pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri.
Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas
para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku,
pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya
pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di
situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???

Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti
biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas
mereka. Dimulailah pemeriksaan.

Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia
memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata
nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin
tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah
anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???

Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di
depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan,
demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran
pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.

Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa.
Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada
di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu,
wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia
berteriak keras: tidak . tidak . tidak .

Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul
di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan . tidak .
berikan . tidak .

Adakah rahasia yang dia sembunyikan? ?? Dan apa yang sebenarnya terjadi???

Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang
masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak
dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya
diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya
Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar
bahwa si Fulanah (siswi) tersebut ..

Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk
membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan
yang barang kali membutuhkan waktu lama .

Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan.
Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan
tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia
dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya
duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala
sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai
anakku .?

Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya
Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada
sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda
haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta.
Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti).
Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.

Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia
menjawab, setelah menarik nafas panjang.

“Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa
separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya
kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk
keluarga saya di rumah .Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di
rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan
siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki
siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya
tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak
malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.”

Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir
bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk
pada siswi tersebut.

Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang
memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar
kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak
peduli dengan mereka.

Sahabat‚Ķ., diantara tugas-tugas¬† terberat¬† yang kita rasakan sebagai Ayah dan Ibu adalah bekerjasama untuk mendidik Anak SECARA¬† LANGSUNG agar anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholihah, menampilkan keteladanan yang baik selama bersama mereka, memberikan perhatian dan waktu yang cukup untuk mereka, menemani belajar dan bermain mereka , serta mengantar tidur mereka dengan cerita indah penuh hikmah. Inilah kisah untuk kita renungkan bersama bagi kita yang masih berprinsip¬† ¬†¬†¬†‚Äė waktu adalah uang ‚Äė.

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di
Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron,
putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia
nampaknya sudah menunggu cukup lama akan kedatangan ayahnya pulang kerja.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang
sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke
kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron
menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji
Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji¬† Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan
dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja.
Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara
ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju
kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian,
Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…”

Kesabaran Rudi habis. “Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron. Anak
kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali
hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu
belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang
uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan
Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam
begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih
dari itu pun ayah kasih.”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama satu minggu ini.”

“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga
puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.
Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi
karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam
harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam
dari Ayah,” kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat, air matanya mengalir deras, menyesali segala ketidakberdayaannya.

Ketika ibu saya berkunjung, Ia mengajak saya untuk
Berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah
Gaun yang baru.

Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain,

Dan saya bukanlah orang yang sabar,

tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun Wanita,

Dan ibu saya mencoba gaun demi gaun Dan Mengembalikan semuanya.

Seiring Hari yang berlalu, Saya mulai lelah Dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi,

Ibu Saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri
Dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di
Bagian tepi lehernya, Dan karena ketidaksabaran saya,
Maka untuk kali ini saya ikut masuk Dan berdiri
Bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian,

Saya Melihat bagaimana IA mencoba pakaian tersebut, Dan
Dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh
Penyakit radang sendi Dan sebab itu dia tidak dapat Melakukannya,

seketika ketidaksabaran saya digantikan
Oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.

Saya Berbalik pergi Dan mencoba menyembunyikan air Mata
Yang keluar tanpa saya sadari.

Setelah saya Mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke
Kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, Dan dia membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir,

Tetapi Kejadian tersebut terukir Dan tidak dapat terlupakan Dari ingatan saya.

Sepanjang sisa Hari itu, pikiran Saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam
Ruang ganti pakaian tersebut Dan terbayang tangan ibu
Saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.

Kedua Tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi Saya, memandikan saya,

memakaikan baju, membelai Dan Memeluk saya, Dan terlebih dari semuanya,

berdoa untuk Saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya
Dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu Saya,

mengambil tangannya, menciumnya … Dan yang

Membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya
Kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah Di dunia ini.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah Membuat saya dapat melihat dengan Mata baru,

Betapa Bernilai Dan berharganya kasih sayang yang penuh
Pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa
Bahwa suatu Hari kelak tangan saya Dan hati saya akan Memiliki keindahannya tersendiri.

Dunia ini memiliki Banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu Agung,

tetapi tak satu pun yang dapat menandingi
Keindahan tangan Ibu…

With Love to All Mother
” JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI
KEPADA
ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT
MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA “

Lakukanlah yang Terbaik untuknya..

Foto ini mengingatkan kita apabila kita sedang berbuka dan hanya berlaukan tempe tetapi kita mengeluh sampai kita membanting piring atau membuang makanan itu….

Renungkanlah foto ini, apabila kita menjadi anak tersebut… Diluar sana masih banyak anak atau orang yang sangat kekurangan melebihi kita… Maka Syukuri apa yang kita dapat, walaupun itu sangat kurang dari apa yang kita harapkan….

Wanting A Meal (1993) Spoiler for a Meal:

Kevin Carter berangkat ke Sudan dengan niatan untuk mengambil foto pemberontakan yang terjadi. Namun sesampainya disana, justru korban kelaparan-lah yang menarik minatnya. Dijalan dia mendapati seorang bocah perempuan kelaparan merangkak lemah susah payah menuju pusat pembagian makan, berhenti ditengah jalan dan mengumpulkan tenaga. Ditengah kejadian itu, seekor burung bangkai datang dan menunggu bocah tersebut. Carter-pun mengabadikan kejadian tersebut. Foto ini pertama dimuat dikoran New York Times, dan reaksi keras bermunculan mengkritik Carter yang tidak menolong gadis kecil ini. Carter beralasan dia sudah mengusir burung bangkai tersebut sesudah mengambil foto, namun tidak menolong si bocah karena konvensi fotografer yang tidak boleh ikut campur dalam konflik (?). kontroversi terus menghujani Carter, meskipun hadiah Pulitzer dia terima atas karyanya ini. Tahun 1994, Carter ditemukan bunuh diri dengan sengaja mengalirkan gas CO dari knalpot mobil kedalam ruangannya. Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah, frustasi akibat terjerat hutang dan kesedihan karena sahabat karibnya tertembak. Foto ini selalu mengingatkan akan tragedi kemanusiaan di Afrika dan tragedi dalam dunia fotografi itu sendiri, keduanya memang tidak bisa dipisahkan.